Rupiah Ditutup Menguat 29 Poin

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin sore, 22 Mei 2017, bergerak menguat sebesar 29 poin jadi Rp 13. 296, dibanding terlebih dulu pada posisi Rp 13. 325 per dolar AS.

Rupiah Ditutup Menguat 29 Poin

Ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih di Jakarta, Senin, 22 Mei 2017, menyampaikan kalau sentimen Standard & Poor’s (S&P) yang menambah peringkat utang Indonesia jadi layak investasi masih tetap buka potensi untuk Kurs Dollar BCA untuk menguat.

“Potensi rupiah menguat berlanjut dengan sentimen positif dari naiknya peringkat utang Indonesia oleh S&P, ” tuturnya.

Ia menyampaikan kalau kenaikan peringkat itu menolong kurangi persepsi resiko investor global untuk berinvestasi di Indonesia baik investasi portofolio maupuan investasi di bidang riil.

Ia menyampaikan kalau investor asing di portofolio terutama di obligasi sudah mencatatkan ” inflows ” sebesar 5, 6 miliar dolar AS mulai sejak awal th., dengan peluang sudah memfaktorkan kenaikan S&P itu.

Pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia, Rully Nova memberikan kalau dolar AS yang condong alami pelemahan pada sebagian besar mata uang dunia juga ikut jadi satu diantara aspek yang menyokong rupiah.

“Harga minyak mentah dunia yang condong menguat berimbas positif pada mata uang berbasiskan komoditas seperti rupiah, kondisi itu menaikkan aspek untuk dolar AS tertahan lajunya, ” tuturnya kepada laman http://kursdollar.co.id.

Terpantau harga minyak type WTI Crude pada Senin, 22 Mei 2017, sore ini menguat 0, 68 % jadi 50, 67 dolar AS per barel, dan juga Brent Crude naik 0, 65 % jadi 53, 96 dolar AS per barel.

Disamping itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Senin ini mencatat nilai tukar rupiah bergerak menguat ke posisi Rp 13. 297 dibanding hari terlebih dulu, Jumat, 19 Mei 2017, Rp 13. 410 per dolar AS.