Letak Astronomis dan Geografis Indonesia

Dibawah ini adalah beberapa hal yang menjadi  Objek kajian sosiologi, Letak Astronomis dan Geografis Indonesia. Objek Material, maksud dari objek kajian sosiologi ini adalah materi atau poko bahasan apa yang akan dibahas dalam ilmu tersebut . Objek harusnya berfokus pada materi yang akan dipelajari atau dibahas, dengan demikian sosiologi memeiliki objek material yang dimana didalamnya meliputi manusia, pola interaksi, strutur maupun perbuhaan sosial yang ada dimasyarakat. Ada pula beberapa objek kajian material dari ilmu pengetahuan selain sosiologi yang memiliki kemiripan dengan objek kajian sosiologi. Objek kajian tersebut adalah antropologi dan Letak Astronomis dan Geografis Indonesia kemunikasi dimana memiliki objek material manusia dan pola interaksi yang sama seperti sosiologi. Sesuai faktanya ilmu sosial ternyata memiliki objek material yang sama dengan objek kajian sosiologi, tetapi ilmu sosiologi diaman didlamanya membahas objek material tentant manusia daakam kehidupan berkelompak dalam masyarakat

Objek Formal, objek kajian sosiologi Letak Astronomis dan Geografis Indonesia formal ini lebih menakankan manusia sebagai makhluk sosial didalam kehidupan bermasyarakat, objek formal ini Letak Astronomis dan Geografis Indonesia meninjai lebih dalam atas objek material. objek formal memiliki fungsi yaitu membedakan satu ilmu dengan ilmu lainnya. bisa dikatakan objek material antara satu ilmu dengan ilmu sama (manusia), akan tetapi bisa juga keduanya berbeda baik objek material maupun objek formalnya. Objek formal akan berfokus untuk  bagaimana cara kita menjelaskan suatu materi tersebut. dapat kita ambil contoh objek materilnya manusia,, dalam ilmu ekonomi dijelaskan bahwa manusia sebagai makhlukk akan selalu memenuhi kebutuhan untuk melangsunkan hidup. Dalam ilmu psikologi manusia merupakan makhluk yang bertingkah laku yang dipelajari melalui aktivitas kepribadian manusia Letak Astronomis dan Geografis Indonesia itu sendiri. Dalam ilmu sosiologi manusia merupakan makhluk yang selalu berinteraksi dengan manusia lainnya. Secara khusus ilmu sosilogi akan mebahas hubungan yang terjadi antar manusia dalam kelompok maupun antar kelompok dalam masyarakat yang berwujud asosiatif dengan kata lain yaitu kerja sama maupun persaingan. Dengan demikian objek formal juga memiliki definis tersendiri mengenai objek material berupa masyarakat. Menurut Soerjono (2007), definisi masyarakat: masyarakat (manusia) adalah sekumpulan manusia yang berkumpul dan hidup bersama minimal dua orang. Masyarakat salaing berbaur dalam waktu yang ralif lama. Sadar bahwa mereka adalah Letak Astronomis dan Geografis Indonesia suatu kesatuan dalam kehidupan berkelompok. Merupakan suatu sistem dalam hidup bersama

Objek Budaya, objek kajian sosiologi ini adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hubunga satu dengan yang lainya. sosiologi mempelajari masyarakat, diaman dalam kehidupan bermasyarakat pasti ada suatu kebudayaan, maupun organisasai yang ada dilingkungan masyarakat tersebut. Dimana kebudyaan yang lahir dan berkembang di antara masyarakat itu sendiri saling berkaitan erat dan ada timbal balik didalamnya, diamana kebudayaantidak akan berkembang tanpa ada masyarakat, begitu pula dengan masyarakat tidak akan berkembang tanpa ada suatu dasar kebudayaan. Oleh sebab itu dengan mempelajari sosiologi berarti mempelajari kebudayaan yang hidup dan berkembang didalam suatu masyarakat, begitu pula sebaliknya dengan mempelajari kebudayaan juga telah mempelajari sosiologi, karena sosiologi juga mempelajari masyarakat.

Objek agama, pengaruh dari objek agama ini dapat menjadi pemicu dalam hubungan sosial yang ada dimasyarakat, dan ada beberapa hal yang yang berdampak pada hubungan manusia. Sosiologi agama membahas atau memepalajari masyarakat agama secara sosilogi dimana memiliki tujuan untuk mencpai informasi-informasi ilmiah dan pasti dalam menjalankan kepentingan hidup bermasyarakat agama itu sendiri dan masyarakat luas. objek kajian sosiologi agama adalah masyarakat yang beragama, yaitu suatu perkumpulan hidup baik dalam lingkungan sempit maupun lingkungan yang lebih luas dimana unsur konstitutif utamanya adalah agama atau nilai-nilai keagamaan