Kampung Batik Trusmi, Tempat Wisata Belanja Batik Murah Tapi Berkualitas

Kampung Batik Trusmi adalah sebuah pusat industri pakaian batik yang sudah bertahun-tahun tetap menjadi tujuan para wisatawan lokal maupun wisatawan asing dari berbagai mancanegara. Banyak pelacong yang berasal dari luar negeri seperti Jepang, Australia, Amerika dan masih banyak lainnya datang ke kampung batik trusmi ini untuk membeli oleh-oleh berupa pakaian batik yang memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri dari batik-batik pada umumnya.

Sarana Transportasi Menuju Kampung Batik Trusmi

Kampung Batik TrusmiJika Anda ingin menuju lokasi Kampung Batik Trusmi dan Anda ingin memulai perjalanan dari Jakarta, kendaraan yang paling mudah untuk Anda adalah dengan menggunakan kereta api. Kereta api untuk kelas bisnis ataupun eksekutif tersedia dengan lima jadwal pemberangkatan. Kalaupun ingin menggunakan kereta kelas ekonomi Anda bisa memakai kereta dengan tujuan akhir Jawa Tengah dan Jawa Timur, karena kereta itu pasti akan mampir di Stasiun kereta api Cirebon. Setelah sampai di kota Cirebon, perjalanan berikutnya bisa ditempuh dengan banyak pilihan kendaraan. Bisa menggunakan bus travel, angkutan umum atau bahkan taksi

Tetapi bagi Anda para pelacong yang baru pertama kali menginjakkan kaki di kota Cirebon, sebaiknya memilih sarana transportasi tradisional yaitu Becak. Selain murah, ini juga akan membuat Anda menikmati suasana kota Cirebon yang bersih dan juga sejuk. Dan untuk menjangkau rumah-rumah para pengrajin batik yang umumnya berada di gang-gang sempit, becak adalah pilihan yang tepat. Kampung Batik Trusmi berada tepat di Desa Trusmi, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Kampung Batik Trusmi ini terletak di bagian barat cirebon menuju ke kota Bandung. Di kampung ini terdapat kurang lebih 3000 pengrajin batik trusmi

Sejarah dan Macam Batik Trusmi

Jika berbicara sejarah tentang asal usulnya Kampung Batik Trusmi ini tidak luput dari peranan seorang pengikut setia Sunan Gunung Jati, yaitu Ki Gede Trusmi. Dan nama Trusmi pun juga diambil dari namanya. Ki Gede Trusmi awalnya mengajarkan cara seni membatik dan juga menyebarkan Islam di desa itu. Hingga sekarang, makam Ki Gede pun masih terawat dengan baik dan setiap tahun banyak warga setempat menjadikan tempat makamnya untuk upacara khidmat, upacara ganti welit dan juga ganti sirap setiap empat tahun sekali.

Saat ini di desa trusmi sudah terdapat banyak macam toko yang menjual berbagai macam batik. Bahkan Batik Trusmi sudah menjadi ikon batik koleksi kain nasional dan batik ini pun juga sudah termasuk sebagai batik pesisir, namun batik trusmi juga masih menjadi bagian dari batik keraton. Batik yang sekarang masih diteruskan dan dikembang oleh pengrajin batik trustmi adalah jenis batik Mega Mendung, Singa Barong, Singat Payung, Banjar, Paksinaga Liman, Patram Keris, dan masih banyak lainnya. Untuk mencari tahu lebih dalam lagi, bisa langsung menuju Kampung Batik Trusmi.

Sumber Info  : www.objektempatwisata.com